LANDASAN IMPLEMENTASI KTSP

Landasan Atau Dasar  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP secara garis besar ada dua landasan atau dasar, yaitu; landasan empirik dan landasan formal (yuridis/hukum). Adapun landasan empirik dari pengembangan KTSP diantaranya, adalah pertama, adanya kenyataan rendahnya kualitas pendidikan kita baik dilihat dari sudut proses maupun hasil belajar. Dari sudut proses misalnya pendidikan kita kurang mampu mengembangkan peserta didik secara utuh. Proses pendidikan  cenderung berorientasi hanya pada pengembangan kognitif atau pengembangan intelektual; sedangkan pengembangan sikap dan psikomotor cenderung terabaikan. Melalui KTSP sebagai kurikulum yang berorientasi pada pencapaian kompetisi mendorong proses pendidikan tidak hanya terfokus pada pengembangan intelektual saja, akan tetapi juga pembentukan sikap dan keterampilan secara seimbang yang dapat direfleksikan dalam kehidupan nyata. Kedua, Indonesia adalah negara yang sangat luas yang memiliki keragaman sosial budaya dengan potensi dan kebutuhan yang berbeda. Selama ini kurikulum yang bersifat sentralistis cenderung mengabaikan potensi dan kebutuhan daerah yang berbeda itu. Akibatnya, lulusan pendidikan tidak sesuai dengan harapan dan kebutuhan daerah di mana siswa tinggal. KTSP sebagi kurikulum yang cenderung bersifat desentralistik memiliki prinsip berorientasi pada kebutuhan dan potensi daerah. Artinya, keaneka ragaman daerah baik dilihat dari sosial, budaya, dan kebutuhan harus dijadikan pertimbangan dalam proses penyusunan dan pengembangan kurikulum. Ketiga, Selama ini peran sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum bersifat pasif. Sekolah hanya untuk melaksanakan kurikulum yang disusun oleh pusat, yang kemudian berimbas pada kurangnya peran dan tanggung jawab masyarakat dalam mengembangkan dan mengimplementasikan program sekolah. KTSP sebagai kurikulum desentralistik menuntut peran aktif masyarakat, sebab KTSP disusun dan dirancang oleh sekolah dan masyarakat, sehingga berbagai keputusan sekolah tentang pengembangan kurikulum dan pengimplementasiannya menjadi tanggung jawab masyarakat.[1]

Secara formal atau yuridis, KTSP dilandasai oleh Undang-Undang (UU), Peraturan Pemerintah(PP), sebagai berikut.

  • · Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas (sistem pendidikan nasional).
  • · Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  • · Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Isi.
  • · Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.
  • · Permendiknas No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan permendiknas No. 22 dan 23.[2]

Terdapat sejumlah pasal dan ayat-ayat yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung, baik dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, maupun peraturan menteri pendidikan nasional, yang diantaranya adalah:

  1. Beberapa Pasal dan Ayat yang terkait dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sisidiknas (sistem pendidikan nasional): Pasal 1 Ayat (19), Pasal 18 Ayat (1), (2), (3), dan (4), Pasal 32 Ayat (1), (2) dan (3), Pasal 35 Ayat (2), Pasal 36 Ayat (1), (2), (3), dan (4), Pasal 37 Ayat (1), (2), dan (3), dan Pasal 38 Ayat (1) dan (2).[3]
  2. Beberapa Pasal dan Ayat yang terkait dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2006 tentang Standar Nasional Pendidikan: Pasal 1 Ayat (4), (5), (13), (14), dan (15), Pasal 5 Ayat (7), dan (8), Pasal 8 Ayat (1), (2) dan (3), Pasal 10 Ayat (1), (2), dan (3), Pasal 11 Ayat (1), (2), (3), dan (4), Pasal 13 Ayat (1), (2),(3), dan (4), Pasal 14 Ayat (1), (2), dan (3), Pasal 16 Ayat (1), (2), (3), (4), dan (5), Pasal 17 Ayat (1),dan (2), Pasal 18 Ayat (1), (2), dan (3), Pasal 20.[4]

[1] Wina Sanjaya, Kurikulum Dan Pemebelajaran, (Jakarta: Kencana, 2008), Halaman 133-134.

[2] E.Mulyasa,Op. Cit, Halaman 24.

[3] Susanto, Look, Cit.

[4] Ibid.Halaman 16.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: